Senin, 08 Maret 2010

Pemikiran Umum Pembenci Perang

Biar pun saya hanya seorang murid SMA, tapi karena banyaknya hiburan-hiburan (seperti film, game, novel dan lain sebagainya) yang dibumbui dengan perang, saya dan mungkin kebanyakan pecinta hiburan mulai beradaptasi dan turut mencintai perang. Tidak jarang ditemukan kasus-kasus kejahatan yang teknik pembuatannya makin bervariasi dan menarik hati. Seperti misalkan terjadinya kasus meninggalnya anak-anak SD akibat dari tontonan dan permainan yang menakjubkan dan menyeramkan yang dulu sangat tenar (smack down! [YEAH!]).
Di zaman yang sudah sangat modern ini di mana internet dengan mudah didapatkan, makin merajalelalah perang di kalangan remaja, dengan adanya game-game yang bertemakan perang mengubah pola pikir kita, membalik sisi kehidupan kita pemain menganggap yang fiksi sebagai fakta dan yang fakta menjadi fiksi. Berharaplah tidak ada pihak yang merusak generasi kita untuk menjadi generasi kehancuran karena moral generasi kita sudah sangat turun dan tanpa disadari, kemampuan perang generasi kita bisa menjadi yang terbaik.
Akhirnya di kelas saya terbitlah era baru yang mengalahkan era game. Yaitu era anime, di mana saya dan teman-teman bersama-sama mendownload anime dari internet yang bebas dan liar ini. Di era inilah saya menemukan suatu anime bertema fiksi, perang, romantisme dan komedi judulnya adalah full metal panic. anime jadul yang sudah keluar bahkan ketika saya SD (tapi percayalah gambarnya tidak kalah baik dengan anime zaman sekarang). Di sini saya melihat sisi baru dari seorang prajurit perang.
Intinya adalah seorang anak 17 tahun yang berasal dari timur tengah yang pada masa kecilnya menjadi salah satu pejuang di Gulf War, menjadi tentara dari sebuah badan di bawah UN yang berfungsi untuk mendorong dan membasmi pergerakan teroris. Di sini dia bertugas untuk melindungi anak SMA yang memiliki ingatan terpendam mengenai teknologi terbaru dalam persenjataan. Banyak hal terjadi baik yang lucu mau pun yang sangat menyedihkan. Salah satu hal yang saya pelajari di sini adalah perang sama sekali tak berguna. Bila seorang prajurit UN membunuh teroris yang gencar meneror dan membunuh bukankah prajurit tersebut telah menjadi sama dengan teroris tersebut?
Menurut saya membunuh adalah perbuatan yang salah untuk alasan apa pun, karena semua masalah dapat diselesaikan tanpa harus menghilangkan nyawa yang sangat berharga dan saat-saat di mana pembunuhan sangat sering terjadi adalah perang. Maka dari itu, saya sangat tidak menyukai perkelahian dan berusaha untuk menghindarinya serta saya menganggap orang-orang yang terlibat dalam perkelahian adalah orang-orang yang tidak sabaran dan berpikiran pendek. Dalam artikel yang dapat diabaikan ini saya hanya menyampaikan gagasan anak SMA yang tidak berarti apa-apa, dan saya berusaha meredam kerasnya bahasa yang digunakan agar tidak menyinggung perasaan pembaca yang mencintai beberapa hal yang saya kutip. Akhir kata : "STAY PEACE AND HAVE FUN!^^"

1 komentar: