Minggu, 18 April 2010

The Long Childhood of Briandhika Utama(1)

It began when I was born in this world, named Briandhika Utama. Jakarta, the place I saw for first. Me don’t know this place like when I was a baby. It’s not so long to live in that town because my real childhood start in Semarang. It’s a very big city that hold “much” memories for me. I remember not much where I lived in that long period, It’s a small house with large yard, my father plant many vegetables there. I loved to stay in that yard, but I think I loved not.

Hewan pertama yang kusuka adalah ayamku, Ringgo. Seekor ayam jantan yang kuat dan sering kumelihat dia mengalahkan ayam-ayam lainnya (pada jaman adu ayam) . Kemudian aku punya dua ekor anjing aku lupa nama anjing pertama yang cukup besar karena dia “melarikan diri” tidak lama setelah datang ke rumahku. Anjing yang kedua secara tidak beruntung kunamai Komo mungkin kalian tahu nama ini dan biar saya jelaskan ini nama yang sungguh menggelikan. Nama ini sering dinyanyikan anak-anak era 90-an saya lupa nadanya dan liriknya secara lengkap pokoknya ada kata-kata macet dan si komo lewat. Hahahahaha How cute I was back then “apa grammarnya benar?”

Masuk SD bukanlah hal yang menyenangkan karena masa-masa TKku berjalan tidak cukup lancar. Tidak seperti anak-anak lainnya yang hidup gembira dan damai, sejak TK aku berambisi untuk menjadi “the strongest in this place so everyone that know I was here would run away” hahaha so, banyak perkelahian yang terjadi, salah satu lawan terkuat yang belum bisa kukalahkan waktu itu bernama Lukas. Ada yang tahu kuda-kudaan yang biasa dimainkan oleh anak kecil? Itu mainan kesukaanku dan aku suka lomba balap menggunakan itu(?). Mengayunkan tubuh sekuat tenaga akan menggerakan kuda-kudaan itu walau pun sedikit demi sedikit dan resiko yang dihadapi besar(dan ya, aku pernah terlempar dari kuda-kudaan itu). Lucunya hal yang paling aku takuti saat TK adalah komputer.

Time went by, so that time I grew up to be a very well trained boy, go wild and fighting is what I like, study is the undeniably the most boring work I must did. Ok skip the day in kindergarten because It was almost all boring and I forget many things there. So, here I am, telling you about my Elementary School days. It was boring days, I had no friend or maybe I felt it. Most of them hid when I did something terrible. If you was my friend in my Middle School you must be know that I was/am/will never follow the majority’s will(will that I don’t like) and I was/am/will trying to find my own way and searching for my comrades(but It ends here for a while because now my class have no majority). Once I fought with all of my classmate, I lost my emotion and my teacher must tried so hard to stop me. Yes, I felt/feel I had a “thing” inside me.

Kenapa aku menulis well trained? Ya, karena training yang aku terima. Dilempari batu oleh kakak, dipukuli dengan sapu oleh ibu dilempari perkakas oleh ayah (serta berkelahi tentunya) tidak jarang kuterima karena kebandelanku dan jeleknya nilaiku di sekolah. Ya, jika diingat-ingat lagi aku dan kakakku waktu itu biar bersaudara tapi perbedaannya sangat jauh, dia disayang guru, nilainya bagus dan bahkan diikutkan sekolah ke perlombaan sedangkan aku bahkan pernah membangkang terhadap guru yang mencoba memanggil orang tuaku (ya, tidak meneruskan surat panggilan orang tua), masih teringat nama gurunya Bu Angela orangnya tua, jelek dan galak. Hahaha.

Teman yang kurasa menjadi benar-benar teman pertamaku bernama Aji, orangnya baik dan setia aku lupa tapi kalau tidak salah aku tidak sekelas sama dia. Tentang kelas di SDku waktu itu dibagi menjadi dua, kelas A dan kelas B. Berbeda dengan keadaan sekarang, waktu itu, pembagian kelas benar-benar ditentukan oleh IQ dan kepintaran dan kelas A akan tetap menjadi kelas A(aku masuk kelas A lho!! Secara sangat beruntung atau mungkin cara-cara lain) setiap tahun ada anak pindahan dan ada anak yang pindah, aku ingat aku pernah ditantang sama seorang anak yang suka berbual ikut karate dan semacamnya dan secara telak kukalahkan, hahahaha. seni ilmu bela diri nampak tak berguna bagi aku yang kerap bertarung layaknya the US soldier in Vietnam.

Yak! Masuk ke pengalaman-pengalaman yang membekaskan memori hingga menembus ke mukaku. Pengalaman-pengalaman terekstrim dan tak terlupakan. Dimulai saat aku merasa hebat dan kuat ku berdiri di atas perosotan setinggi satu meter stengah lebih aku bermain-main. Sebenarnya perosotan itu sedang rusak, ya perosotannya terbuat dari besi dan ada kayu alas pantat(hahaha bahasanya) yang tercopot dari kerangka besi di bagian paling landai dari perosotan. Cobalah maka pantat anda akan sakit begitu sampai bawah. Bodohnya dank arena begitu ambisiusnya, saya terjatuh tepat di puncak perosotan dan meluncur dengan posisi kepala di bawah. Tak bisa dihindari, gigi saya bertumbukan dengan kerangka perosotan yang statis sehingga menyebabkan transposisi pada gigi saya (mundur). Saya merasa sangat sakit, tapi ada yang mengalahkan rasa sakit itu, yaitu rasa takut dimarahi orang tua. Tak bisa dihindari saya pun di bawa ke dentist dan gigi saya ditarik paksa keluar dengan tang, itu tak seburuk dimarahi kedua orang tua saya. Tetapi apa yang terjadi membuat saya merasa dokter gigi tidak pernah menjadi penyelamat. Gusi saya terpatok pada posisi ke depan sehingga … ya, anda tahu.

Day by day went, Nothing happened, no aliens, time traveler and espers came make me fell into the deepest bored moment in my life(Suzumiya Haruhi no yutsuu). Then I saw many of my friends played a game named “Find and Guess who am I”, To killed my boredom I destined to play a little game with them. “the new one become the finder, stand and search under the rectangle rock chair. All my friend would walk and run along the chair at the moment when I started to go down. I jumped, but what happened? i fell down and my face collided with the rock chair and it made me go to the hospital because I had a very good injury near my ear that make my neck covered with blood, but I didn’t feel anything I swear.

I think It’s enough for a while, my fingers are getting injuried because write for this long continue next entry!! Sayonara mina-san!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar